Oleh: Iyanz the Diamond Bay | 7 Oktober 2011

LAMAN PEMDA PALING BANYAK DISERANG PERETAS


LAMAN PEMDA PALING BANYAK DISERANG PERETAS

Ilustrasi Virus Komputer

Ilustrasi Virus Komputer

Situs atau laman internet milik pemerintah daerah paling banyak diserang hacker atau peretas. Hal ini disebabkan belum adanya tata kelola teknologi informasi komunikasi (TIK) yang baik, pengamanan TIK yang masih sendiri-sendiri, serta masih adanya kesenjangan TIK antarlembaga.

Hal ini disampaikan Direktur Keamanan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Bambang Heru Tjahjono dalam Roadshow Seminar Nasional Keamanan Informasi bertema Your Security is My Security di Kota Solo, Kamis (6/10/2011).

Kejahatan di dunia maya, menurut Bambang, semakin lama semakin meningkat bahkan melebihi jumlah aplikasi TIK yang diciptakan. Setiap tahun rata-rata pihaknya menerima 1 juta serangan di dunia maya. Kebanyakan karena lemahnya sistem dan aplikasi yang telah diketahui. Tugas kami kemudian untuk menekan cybercrime, kata Bambang.

Saat ini di Indonesia ada 45 juta pengguna internet. Pemerintah menargetkan, pada tahun 2020 telah mencapai Indonesia Digital. Sejak tahun 2007, pemerintah membentuk Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) yang menjadi benteng pertahanan pertama dalam menghadapi serangan di dunia maya.

Kelemahannya, ID-SIRTII masih dipegang pihak ketiga. Padahal memegang rahasia negara. Namun dalam waktu dekat akan diupayakan untuk dijadikan unit pelaksana teknis atau UPT, kata Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Sutarman.

Dosen Teknik Informatika dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Didik S Wiyono mengatakan, laman yang mulai diserang peretas justru menjadi semacam pengingat ya ng baik untuk memperbaiki pengamanan internet.

Kontrol pengamanan internet yang baik, menurutnya, justru harus datang dari pengguna internet itu sendiri. Untuk itu, menurut Didik, peran pemerintah yang pali ng penting justru memberi edukasi kepada masyarakat agar peduli pada pengamanan internet yang digunakannya.

Regulasi saja tanpa ada dukungan individual dalam pengamanan internet tidak ada gunanya. Kita sendiri yang harus sadar terhadap pengamanan internet yang kita gunakan, kata Didik.

 

Sumber : kompas.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: